Tukang Becak akan Kantongi SIM, yang Dilengkapi Plat Nomor

becak cat

    SIM yang akan mereka dapatkan, merupakan SIM khusus yang disiapkan bagi pengemudi becak. Selain itu, becak yang mereka gunakan juga akan dilengkapi dengan plat nomor, layaknya kendaraan bermotor. “Nanti para pengemudi akan kami beri SIM, kemudian becak yang digunakan juga akan ditempeli stiker dan plat nomor,” terang Kepala Dishubparbud Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo yang ditemui disela – sela kegiatan Pembinaan Pengemudi Becak dan Pengecatan Becak, Senin (22/9). Sebelumnya, pemberian plat nomor dan SIM bagi pengemudi dan becak sudah pernah diberlakukan di Kota Pekalongan. Namun sistem itu tidak berlaku seiring dengan habisnya masa berlaku SIM dan keengganan tukang becak mengurusnya lagi. “SIM-nya berbeda dengan pengemudi lain. SIM pengemudi becak hanya berlaku sampai tiga tahun,” jelas dia lagi.

    Digalakannya lagi sistem tersebut, dikatakan Doyo, bertujuan untuk menginventarisir jumlah riil tukang becak di Kota Pekalongan. Sehingga mudah mengkoordinir, dan bersama diajak menjalankan peraturan lalu lintas. Untuk itu, dalam kegiatan tersebut Dishubparbud juga menggandeng kepolisian dan Satpol PP untuk memberikan materi pembinaan.

   “Tujuannya agar mereka juga ikut bersama mentaati peraturan lalu lintas seperti pengendara lain. Kemudian bagaimana berlalu lintas yang baik juga mematuhi rambu yang ada. Sehingga, kedepan bisa terwujud bersama menjaga keselamatan dan tertib di jalan raya,” tuturnya.

   Apalagi, sambung Doyo, Kota Pekalongan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan penghargaan wahana Tata Nugraha (WTN) belum lama ini. Sehingga perlu upaya lebih untuk meningkatkan sistem transportasi di Kota Pekalongan. “Kadang pengemudi ini susah dikumpulkan saat akan ada arahan. Makanya dengan model seperti ini maka kita bisa komunikasi intens dengan mereka untuk mememberikan arahan tentang etika berlalu lintas untuk sama-sama jaga ketertiban lalu lintas,” kata Doyo.

    Kasi Angkutan paa Dishubparbud, Didik Supriyadi menambahkan, dari data sebelumnya jumlah pengemudi becak di Kota Pekalongan mencapai 3.000 orang. Namun dari jumlah tersebut juga sudah banyak yang berhenti beroperasi. “Untuk itu kita perlu inventarisir lagi untuk mengetahui jumlahnya melalui sistem ini,” jelas Didik.

   Untuk tahap awal, pihaknya terlebih dulu memfasilitasi sebanyak 200 pengemudi becak dari total target sebanyak 300 pengemudi guna diberikan stiker, plat nomor dan SIM. Sisanya sebanyak 100 pengemudi, akan difasilitasi pada Oktober mendatang sembari menunggu pendaftar – pendaftar baru. “Biasanya setelah ada seperti ini, banyak pengemudi becak lainnya akan sadar, dan datang kedini untuk pembuatan SIM tersebut,” tambah dia. Dalam kegiatan pembinaan, sekitar 50 pengemudi becak yang hadir diberikan materi tentang Perwal Nomo 14 tahun 2009 tentang kendaraan tidak bermotor. “Targetnya semua moda transportasi bisa kami tata dengan baik dengan sistem regulasi yang ada,” tutup Didik.


TARIAN SI PUTRI “SINTREN”

tari sintren

     Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Bahurekso Bupati Kendal yang pertama hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari yang dijuluki Dewi Lanjar. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Bahurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.

    …

PILIHAN ALTERNATIF DISAAT LIBUR TIBA

IMG_7605a

 

   Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana merupakan Obyek Wisata Utama yang dimiliki Pemerintah Kota Pekalongan. Kira-kira 4,5 km jauhnya atau sekitar 20 menit berkendara dari kota Pekalongan, pengunjung dapat mencapai tempat ini. Pantai yang bersih dan dilengkapi berbagai fasilitas ini selalu ramai dikunjungi khususnya pada hari Jumat sampai Minggu. Kebanyakan yang datang adalah wisatawan lokal, namun tak jarang wisatawan asing juga menyambangi tempat ini. Terletak berbatasan dengan Tempat Pelelangan Ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pantai Utara Jawa, dengan jarak tempuh 4,5 Km dari kota / stasiun kereta api, luas lahan pantai ini adalah 1,5 Ha. Obyek Wisata yang dikelola oleh Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, ini dibuka untuk umum dari jam 06.00 wib – 21.00 wib. Fasilitas yang tersedia adalah mainan anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, koleksi satwa, bangku dan taman untuk bersantai, Becak Air, Cafe/ warung makan, Musholla, toilet dan Kamar Mandi Bilas, serta lahan parkir.

       Obyek Wisata lain yang ada disekitar Pantai Pasir Kencana adalah adanya Krematorium, Pura dan tambak-tambak ikan serta Aquarium Ikan Laut yang ada di Pelabuhan Perikanan. Disini pengunjung dapat bersantai sambil menyaksikan matahari terbit / terbenam, aktivitas nelayan dan perahunya, bermain di taman, memancing, olah raga pantai atau sekedar menghirup udara pantai yang segar. Pengunjung biasanya paling banyak datang pada hari Minggu / Libur dan hari Jum’at pagi.